Workshop IMI Sumbar: Penggunaan APAR Saat Insiden Kecelakaan Balap di Sirkuit

Admin/ Maret 12, 2026/ Berita

Dalam dunia balap yang penuh dengan bahan bakar beroktan tinggi, ban karet, dan komponen mesin panas, risiko kebakaran adalah bahaya yang selalu mengintai di setiap sudut sirkuit. Workshop yang diadakan oleh IMI Sumbar bertujuan untuk membekali para pengurus sirkuit, marshal, dan pembalap mengenai prosedur penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tepat. Kemampuan untuk merespons insiden kebakaran dengan cepat bukan hanya soal menyelamatkan aset kendaraan, tetapi yang paling utama adalah menyelamatkan nyawa di balik kemudi.

Kesalahan umum yang sering terjadi saat terjadi kebakaran adalah kepanikan yang menyebabkan APAR tidak digunakan secara efektif. Dalam workshop ini, teknik penggunaan APAR diajarkan dengan metode sederhana yang dikenal dengan akronim PASS: Pull (cabut kunci pengaman), Aim (arahkan corong ke dasar api), Squeeze (tekan tuas), dan Sweep (sapukan dari sisi ke sisi). Mengarahkan media pemadam ke nyala api di bagian atas hanya akan membuang isi APAR tanpa memadamkan sumber panas yang berada di dasar, sehingga api sangat mudah menyala kembali.

Sirkuit balap memiliki karakteristik kebakaran yang unik. Api yang berasal dari tumpahan bahan bakar memerlukan penanganan yang berbeda dengan kebakaran elektrikal. IMI Sumbar menekankan pentingnya memilih jenis media pemadam yang sesuai. Untuk area balap, APAR jenis Dry Chemical Powder atau Carbon Dioxide (CO2) adalah yang paling umum digunakan karena kemampuannya memutus rantai api dengan cepat. Para peserta workshop dilatih untuk mengenali indikator pada APAR agar mereka yakin bahwa alat tersebut siap pakai dan tidak mengalami penurunan tekanan saat dibutuhkan dalam situasi darurat di tengah sirkuit.

Selain aspek teknis, koordinasi antar petugas di lintasan adalah kunci. Begitu insiden terjadi, marshal di posisi terdekat harus segera melakukan tindakan awal tanpa menunggu bantuan utama tiba. Kecepatan reaksi dalam 30 detik pertama sering kali menjadi pembeda antara insiden kecil yang bisa dikendalikan dan kebakaran hebat yang meluas. Oleh karena itu, simulasi penggunaan APAR dilakukan berkali-kali dalam workshop ini untuk membangun memori otot, sehingga saat adrenalin melonjak akibat kecelakaan, tindakan penyelamatan dilakukan secara otomatis dan terukur.

Share this Post