IMI Sumbar Berbagi: Santunan Yatim Jadi Agenda Wajib Komunitas
Fokus utama dari kegiatan sosial ini adalah memberikan perhatian khusus kepada anak yatim yang tersebar di berbagai panti asuhan maupun lingkungan perumahan warga. Para anggota komunitas secara kolektif menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk dihimpun menjadi dana bantuan yang bermanfaat. Langkah untuk memberikan santunan yatim ini tidak hanya dilakukan saat momen hari besar keagamaan saja, melainkan telah ditetapkan sebagai agenda wajib komunitas yang dilaksanakan secara berkala. Hal ini mencerminkan kedewasaan organisasi dalam memahami tanggung jawab sosialnya sebagai kelompok yang memiliki basis massa besar di Sumatera Barat.
Pelaksanaan kegiatan berbagi ini biasanya dikemas dalam bentuk perjalanan kelompok (riding) yang santun menuju lokasi panti asuhan atau balai desa. Sesampainya di lokasi, para anggota komunitas otomotif Sumbar melakukan interaksi hangat dengan anak-anak yatim. Selain menyerahkan bantuan materiil berupa uang saku, peralatan sekolah, dan kebutuhan pokok, para anggota komunitas juga memberikan motivasi serta semangat agar anak-anak tersebut tidak pernah merasa sendirian dalam meraih cita-cita. Kehadiran para pengendara yang gagah namun ramah ini sering kali menjadi inspirasi tersendiri bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan pantang menyerah.
Bagi para peserta, konsistensi dalam menjalankan agenda ini memberikan kepuasan batin yang mendalam dan mempererat ikatan persaudaraan antar klub. Kegiatan sosial ini menjadi pengingat bagi setiap anggota untuk selalu bersyukur atas kenikmatan yang dimiliki, termasuk hobi otomotif yang mereka jalani. Pengalaman berinteraksi langsung dengan realitas sosial di Sumatera Barat membentuk karakter pengendara yang lebih rendah hati dan menghormati norma-norma yang berlaku di tengah masyarakat. Hal ini selaras dengan prinsip “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” yang sangat dihargai oleh warga Minangkabau dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari.
Dampak positif dari gerakan ini sangat luas, terutama dalam mengubah persepsi publik terhadap keberadaan klub motor dan mobil. Masyarakat Sumatera Barat kini melihat IMI sebagai organisasi yang inklusif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan sosial. Hubungan harmonis yang terbangun antara komunitas otomotif, pemerintah daerah, dan pengelola lembaga sosial merupakan modal kuat dalam menjaga stabilitas dan ketertiban umum. Setiap event otomotif yang digelar kini selalu diiringi dengan aksi amal, menjadikannya sebuah standar baru dalam berorganisasi komunitas di tingkat provinsi.
