Belajar Sambil Mabar! Board Game Religi Kreasi IMI Sumbar
Metode dakwah dan pendidikan di era digital terus mengalami transformasi agar tetap relevan dengan minat generasi muda. Di Sumatera Barat, sebuah terobosan kreatif muncul dari tangan-tangan dingin para pecinta otomotif yang peduli pada pendidikan karakter. Mereka meluncurkan sebuah inovasi belajar yang seru dengan konsep Belajar Sambil Mabar atau main bareng. Melalui media permainan fisik yang menarik, materi-materi keagamaan yang biasanya dianggap berat dan membosankan kini dapat dinikmati dengan penuh kegembiraan. Langkah ini merupakan strategi cerdas untuk menarik minat anak muda agar kembali mencintai nilai-nilai spiritual tanpa merasa sedang digurui secara kaku.
Inovasi utama dari program ini adalah penggunaan Board Game yang dirancang khusus oleh tim kreatif komunitas. Permainan papan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah kurikulum tersembunyi yang memuat berbagai kuis seputar sejarah, etika berkendara, hingga hukum-hukum agama dasar. Setiap pemain ditantang untuk menyelesaikan misi-misi tertentu yang memerlukan kerja sama tim dan kejujuran. Konsep Religi yang dimasukkan ke dalam permainan ini fokus pada pembentukan moralitas yang kuat, seperti pentingnya menjaga amanah, menghormati sesama pengguna jalan, dan kedisiplinan dalam beribadah. Di Sumatera Barat yang kental dengan pepatah “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”, inovasi ini sangat disambut baik oleh para orang tua dan pendidik.
Keberhasilan Kreasi ini tidak lepas dari peran aktif para pengurus dan anggota komunitas yang turun langsung ke sekolah-sekolah dan pusat kegiatan pemuda. Mereka tidak datang dengan membawa motor bising, melainkan membawa kotak permainan dan semangat berbagi. Di wilayah IMI Sumbar, kegiatan ini sering kali dipadukan dengan acara kumpul komunitas atau community meet-up. Sambil menunggu waktu shalat atau saat sedang beristirahat dari kegiatan touring, para anggota komunitas duduk melingkar untuk bermain bersama. Suasana keakraban yang tercipta melalui permainan papan ini jauh lebih efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan dibandingkan dengan ceramah satu arah yang monoton.
Dampak positif dari permainan ini mulai terlihat dari meningkatnya literasi keagamaan di kalangan anggota komunitas sendiri. Mereka menjadi lebih paham tentang tata cara ibadah yang benar dan etika sosial karena sering memainkannya dalam suasana yang santai namun kompetitif. Selain itu, permainan ini juga melatih kemampuan berpikir strategis dan pemecahan masalah. Bagi anak-anak muda di Sumatera Barat, kehadiran komunitas otomotif sebagai mentor dalam permainan ini memberikan inspirasi bahwa menjadi orang keren tidak harus jauh dari nilai agama. Mereka belajar bahwa disiplin di lintasan balap dan disiplin dalam ibadah adalah dua hal yang saling menguatkan karakter seorang lelaki sejati.
